Satu gigs lagi yang sempat kami “panaskan” kuping para pendengar adalah
acara malam Maestro Fiesta yang bertempat lapangan depan Permata Store,
Manukan (tempat biasa mangkalnya band2 indie papan atas Manukan macam:
Blockade, Rock’in Planet, Holiday School, dan bahkan dulu sempat
diguncang oleh Minichonzo (R.I.P) dan Saka cs. dengan Blingsatan-nya.
Sesuai jadwal kami show pukul 20.30 dan beberapa menit sebelumnya kami telah
memasuki areal acara. Sempat berjumpa dengan band2 adik kelas membawa
masa nostalgia era pop dulu.
Setelah MC memanggil nama band kami (meski menyebutkannya salah macam: Futura,
Puneral Band dsb.), akhirnya kita show juga di tanah kelahiran
tercinta, Manukan untuk yang pertama kalinya.
Check sound berlangsung cukup lama, antara lain karena kondisi panggung dan
penataan kabel yang serba awut-awutan (Grunge punya dah!) dan effect
gitar MetalZone yang kami bawa hasil “olahan pinjam” dari Bos Gori
ternyata tidak bisa berfungsi lantaran ketidakcocokan adaptor. Setelah
kelar, kami langsung menggeber lagu santun dari Radiohead, Creep, dan
dilanjutkan oleh raungan distorsi tebal di lagu Smells Like Teen
Spirits (Nirvana) membuat beberapa penonton dan pengendara sepeda motor
yang kebetulan lewat berhenti sejenak.
Hanya 2 lagu yang kami bawakan pada saat itu lantaran kami adalah band
“pamungkas” dan masalah fisik para personil (terutama Rockhitis yang
siangnya juga manggung di acara yang sama dengan Essensiil Band).
Cukup kick-ass juga rupanya !! diluar dugaan kami.
Pulangnya, kira2 jam 21.00 tepat, kami (sekali lagi, tanpa Rockhitis yang pulang
duluan karena kecapaian) bersantai sejenak di salah satu tempat
hang-out favorit kami di Jalan by-pass Tengger, tak seberapa jauhnya,
guna menghirup asap rokok dan banyolan khas dari masing2 personel.
Kami pulang tepat pukul 22.00
Truly a great show, guys …










