Story


IMG_2499

Entah sudah berapa lama kami tidak menulis artikel di blog ini. Simak saja artikel sebelumnya dimana kami bermain di event musik underground Surabaya, Trendy Bangsat, February lalu. Bukannya malas untuk menulis, namun dengan polos dan jujur kami akui: memang tidak ada berita yang menarik untuk ditulis!. Dan baru di bulan ini kami supersibuk. Memang, lagu baru berjudul “Greatest Fall Of My Apology” merupakan singgel yang kuat dan layak masuk dapur rekaman, namun, siapapun pasti setuju kalau hits “Yang Terbuang” dijadikan sebagai senjata pamungkas sekaligus rajanya encore.
(more…)

Click to enlarge image

Click to enlarge image

Setelah sekian lama ‘mendekam’ di studio mini buatan sendiri (yang juga sekaligus warung kopi, lesehan dan juga sumber inspirasi), akhirnya kami bisa sedikit menarik nafas lega. Pasalnya 2 materi lagu baru akan segera menyusul track list yang sebelumnya sudah dipersiapkan dalam EP Demo (rencananya akan memuat 5 lagu).

Kedua lagu yang akan segera menyusul Suicide Yesterday dan Yang Terbuang tersebut berjudul Saviour In The Light dan Monolog Senja. Kedua lagu baru tersebut akan dipersiapkan dalam studio rehearsal berikutnya. Total 4 track berhasil tercipta dari kreasi gila yang kadang secara tak sadar menuntun alam bawah sadar untuk segera melukiskan segala resah hati ini dalam secarik kertas dengan tinta hitam.

Pengaruh Alternative Rock masih terasa di kedua lagu baru tersebut. (more…)

Pada hari Kamis lalu, daftar Inbox di email kami tidak serame biasanya.  Namun, ada suatu hal yang menarik dari sekitar 4 pesan yang masuk. Diantara pesan tersebut berbunyi:

Hello,
How are you and how is your work hope all is moving fine.i seek for honest partner and i meet you on wikipedia and it was interesting and attractive then i drop by to know who this was, i will like to know more about you. if you wouldn’t mind you can reply my mail.
i will be very glad to read your mail with all pleasure. it will be nice to meet you and also read from you. please do honor my invitation so that we can exchange our pictures and maybe become partner.
Remember the distance does not matter what matters is the love we share with each other.
i wait to hear from you soon.

kiss regards Miss Suzee

(more…)

Sebuah show dadakan yang oleh pihak Telkomsel yang diberi nama School Community kembali digelar di lapangan utama SMA 11 Surabaya. Kali ini, acara yang dijadwalkan pukul 07.00 WIB terpaksa molor hingga 3 jam lebih.

Berawal dari ajakan salah satu personil band Pop-punk / Melodic, Pick Pocket, Bos Gori sang bassist. Semalaman sebelumnya, kami latihan di salah satu studio lokal. Tanpa disadari, AC ruangan yang macet membuat kami panas dingin, namun tetap dalam suasana “hot rock’in people”. Telah komplit sudah materi yang akan kami bawakan besok, mengcover dua buah lagu dari Nirvana.

Tepat di hari H, jadwal yang serba molor plus panasnya cuaca membuat gersang lapangan pertunjukan yang terbilang berukuran besar tersebut.

Tepat kami show pukul 11.15 siang, anak kelas XI A1 yang menunggu performa kami dari pagi, sudah tak sabar buat headbanging bareng kita. Langsung saja, deburan crash sound system orkes tersebut kami dengungkan distorsi tebal dari “Heart Shaped Box” dan “Smells Like Teen Spirits”.

Seusai acara penampil puncak, Cassanova Band (Indie Pop) tampil menyemarakkan acara.

Kami sangat berterimakasih atas peran serta dari pihak:
1.    Telkomsel, atas support acaranya (dan juga nomor cantiknya ;)
2.     Pihak Panitia (terutama OSIS, support terus acara positif seper ini, cheers !!)
3.    Anak-anak kels XI A1 yang telah rela jadi groupies dadakan kami, WE LOVE U ALL

Thanx for your support and attention + interest favour on US
See you in the next stage…keep rock’in, people !!

Satu gigs lagi yang sempat kami “panaskan” kuping para pendengar adalah
acara malam Maestro Fiesta yang bertempat lapangan depan Permata Store,
Manukan (tempat biasa mangkalnya band2 indie papan atas Manukan macam:
Blockade, Rock’in Planet, Holiday School, dan bahkan dulu sempat
diguncang oleh Minichonzo (R.I.P) dan Saka cs. dengan Blingsatan-nya.

Sesuai jadwal kami show pukul 20.30 dan beberapa menit sebelumnya kami telah
memasuki areal acara. Sempat berjumpa dengan band2 adik kelas membawa
masa nostalgia era pop dulu.

Setelah MC memanggil nama band kami (meski menyebutkannya salah macam: Futura,
Puneral Band dsb.), akhirnya kita show juga di tanah kelahiran
tercinta, Manukan untuk yang pertama kalinya.

Check sound berlangsung cukup lama, antara lain karena kondisi panggung dan
penataan kabel yang serba awut-awutan (Grunge punya dah!) dan effect
gitar MetalZone yang kami bawa hasil “olahan pinjam” dari Bos Gori
ternyata tidak bisa berfungsi lantaran ketidakcocokan adaptor. Setelah
kelar, kami langsung menggeber lagu santun dari Radiohead, Creep, dan
dilanjutkan oleh raungan distorsi tebal di lagu Smells Like Teen
Spirits (Nirvana) membuat beberapa penonton dan pengendara sepeda motor
yang kebetulan lewat berhenti sejenak.

Hanya 2 lagu yang kami bawakan pada saat itu lantaran kami adalah band
“pamungkas” dan masalah fisik para personil (terutama Rockhitis yang
siangnya juga manggung di acara yang sama dengan Essensiil Band).

Cukup kick-ass juga rupanya !! diluar dugaan kami.

Pulangnya, kira2 jam 21.00 tepat, kami (sekali lagi, tanpa Rockhitis yang pulang
duluan karena kecapaian) bersantai sejenak di salah satu tempat
hang-out favorit kami di Jalan by-pass Tengger, tak seberapa jauhnya,
guna menghirup asap rokok dan banyolan khas dari masing2 personel.

Kami pulang tepat pukul 22.00

Truly a great show, guys …

Next Page »