Banyak pertanyaan datang ke mail saya
dan menanyakan hal yang sama tentang jiwa musik, ada pula yang bertanya
yang bagaimanakah jiwa musik itu. Ini tidak ditujukan untuk GRUNGE saja
karena ada komunitas luar GRUNGE yang mencoba bermain dengan saya. Ok.
Mudah-mudahan jawaban saya ini bisa membantu.
Musik…coba kita pikirkan apa itu musik. Dalam sejarah peradaban
musik belum pernah ada yang bisa mengartikan musik secara jelas hanya
dari kata-kata saja. Musik hanya akan bisa dipahami keberadaannya jika
kita memasuki dunia musik itu sendiri. Ada yang melarutkan diri dalam
lagu saja. Ada yang mencoba belajar lewat konsep dan alat-alat musik
saja. Ada juga yang mengalami kedua-duanya, disamping menikmati juga
menjadikannya proses pembelajaran.
Kita selalu mengaitkan musik dengan musisi dan penikmat. Atau ada
musisi..ya ada penikmat. Sebenarnya arti kata musisi telah menjadi
salah persepsi. Di era sekarang banyak individu yang menyatakan dirinya
musisi hanya karena punya grup band, tau banyak lagu, bangga bisa
meniru band dambaannya, bahkan ada yang beranggapan kalau ingin berjiwa
musik haruslah kursus dan sekolah musik. Apakah tindakan tersebut
benar? Apakah hanya dengan memiliki sebuah grup band bisa dikatakan
sebagai musisi? Apakah dengan mengenal banyak lagu dan mengetahui semua
jenis musik bisa menjamin seseorang berjiwa musik?
Jiwa musik sebetulnya tidak harus dicari karena seluruh individu
diberikan anugerah berupa potensi berbahasa musikal. Setiap diri kita
sejak lahir diberi kesempatan untuk berbahasa secara musikal. Itulah
sebabnya bayi manapun bisa diajak menari, menyanyi serta mencoba
mengikuti ritme atau ketukan. Coba kita pikirkan, bayi itu kan suci.
Tidak perlu sekolah musik untuk membuat seorang bayi menari. Tidak
perlu belajar not balok untuk merasakan kesenangan berbahasa musikal.
Hanya saja dunianya yang berbeda. Dunia remaja dan dewasa adalah
dunianya kita belajar bersosialisasi dengan dunia luar yang
berwarna-warni. Dimana dunia ini bukan milik musik saja.
Kita akan belajar memahami keindahan dan kepuasan jiwa kita tidak hanya didapatkan dari musik saja.
Lalu apa dong arti musisi? Apakah dengan penjelasan diatas mengartikan
bahwa kita semua adalah musisi? Musisi itu ditujukan bagi individu yang
berjiwa musik luar biasa. Karena jiwa musiknya istimewa bahkan terlalu
istimewa sehingga menciptakan karakter dalam dirinya yang tidak
memungkinkan bagi dirinya untuk berkecimpung dalam bidang lain selain
musik, itulah musisi.
Musisi tidak sebatas dimiliki orang kaya. Tidak harus jebolan
sekolah musik. Tidak harus menjadi terkenal. Tidak harus menjadi
legenda. Coba pejamkan mata…kalau tanpa harus mengheningkan cipta
segala tapi ada suara-suara musik, apapun bebunyian musiknya, itulah
jiwa musik. Musisi yang sebenarnya adalah individu yang ketika
berjalan, tidur, mimpi, mandi, bekerja, dimanapun dia berada, apapun
yang dia lakukan selalu ditemani dengan nada-nada.
Setiap detiknya adalah nada meskipun tak ada alat musik untuk
memvisualisasikannya karena setiap jejaknya adalah nada. Sayangnya,
zaman sekarang yang nota bene mengharuskan kita bekerja, mencari uang,
berumahtangga dan tuntutan hidup lainnya membuat jiwa musik kita
terpinggirkan. Kita memang telah menjadi dewasa, tetapi kesucian ketika
kita bayi itu masih ada. Sama saja ketika kita semua beranjak tidur dan
menanti mimpi yang indah.
by : mirantieboreel@yahoo.co.id