
Entah sudah berapa lama kami tidak menulis artikel di blog ini. Simak saja artikel sebelumnya dimana kami bermain di event musik underground Surabaya, Trendy Bangsat, February lalu. Bukannya malas untuk menulis, namun dengan polos dan jujur kami akui: memang tidak ada berita yang menarik untuk ditulis!. Dan baru di bulan ini kami supersibuk. Memang, lagu baru berjudul “Greatest Fall Of My Apology” merupakan singgel yang kuat dan layak masuk dapur rekaman, namun, siapapun pasti setuju kalau hits “Yang Terbuang” dijadikan sebagai senjata pamungkas sekaligus rajanya encore.
Artikel kali ini menceritakan, kurang lebih sama persis seperti yang telah diramalkan oleh Mama Laurent di TV. Yak, benar: proses recording singgel “Yang Terbuang”. Bagai pekerja serabutan yang tengah lembur hingga larut malam, begitu kiranya gambaran yang pas. Bertempat di Sixties Music Studio (tempat kami biasa latihan & nongol), hajatan ini dimulai dari pukul 22.00 – 01.00 dini hari!. Selama proses editing berlangsung, semua personel dan kru tampak ber-headbang ria, tanpa disadari atau tidak. Intro dari lagu ini memang rada berbau metal. Maklum, dulu kami sempat menempuh jalur metalcore. Tempo yang cepat dan padat berganti jadi berisik pada bagian refrain lagu, dan memang disinilah cengkok khasnya musik Grunge, penuh raungan distorsi.
Mixing baru selesai tepat pukul 00.30. Wajah berantakan, semrawut dan gak karuan (beneran!) berubah jadi gembira. Kerja rodi selama latihan setahun ini berbuah sudah. Lega rasanya, seperti telah melunasi cicilan rumah sang mertua (hehehe). “Yang Terbuang” memang lagu lama, namun baru setahun setelah ia diciptakan dari rahim sang ibu (saya, maksudnya), ia pun disekolahkan (baca: direkam).
Sesi kali ini kami hanya fokus menyelesaikan satu lagu dulu. Rencananya saudara kandung “Yang Terbuang” seperti: Suicide Yesterday, Savior In The Light dan Friend Of Morphine akan segera menyusul. Dan terakhir si anak bungsu, Greatest Fall Of My Apology.
Terima kasih juga buat Bang Andy M.S. sang juru rekam, begundal-begundal Sixties (Piss, Aris “Kechenk” dan Om Andre ~peace from hell !). Anak-anak Pick Pocket (Surabaya Punk Rock Melodic), Mr. Tamamul dan Tomenz “Vicious” (where is your attitude, man?). Tak lupa buat kalian semua yang telah mendukung kami, kaum Grunge’s: get your dirty old flannel & perforated jeans, then bang your ass to the fuck’in moshpit!
Klik disini untuk mendengarkan singgel “Yang Terbuang”


July 29, 2009 at 9:15 am
congratulation guys,,
semoga lebih berjaya lagi karir yang sedang lu bangun,,
tetap ngeblog dan jangan lupa kunjungan balik,,
November 4, 2009 at 12:09 pm
Amien, Ton…
thanks
keep on blogging my friend!
August 24, 2009 at 3:36 pm
keren, sukses mas.
November 4, 2009 at 12:10 pm
trim’s
November 4, 2009 at 5:17 am
sukses terus. kami selalu mendukung kalian.
dan buat managernya juga (*yg item itu loh )..
sukses selalu.. dukung band kami juga simetri contal
November 4, 2009 at 12:15 pm
kok tahi klo mnejer kami item bro??
hahaha
okelah, kita saling support..
keep rocking guys!!
cheers
November 4, 2009 at 12:17 pm
eeeh, slah ketik!!
yg bner “kok tahu”. . .