Pernahkah anda bertanya-tanya bagaimanakah caranya seorang musisi membuat lirik dengan begitu ‘dalam’ dan ‘rumit’ namun indah (mungkin lebih tepatnya lagi, puitis-misterius) ?,
Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk membuat mahakarya tersebut ?.
Darimanakah musisi cerdas (dan banyak juga sebutan lainnya semacam jenius, hingga ‘gila’) tersebut mendapat ‘ilham’ ?
Banyak referensi tentang cara-cara membuat lagu, -atau paling tidak lirik- yang pernah saya baca (mulai dari artikel majalah, bahkan browsing di internet hingga mengarah ke situs Wikihow.com yang malah membuat saya semakin bingung), namun semuanya begitu sulit untuk dijelaskan. Untuk lebih jelasnya, simak saja beberapa musisi berikut ini sebagai contoh konkritnya:
1. Kurt Cobain – Nirvana (1989-1994, *koid akibat overdosis)
2. Edddie Vedder – Pearl Jam
3. Gavin Rossdale – Bush (bubar tahun 2002 lalu)
4. Chris Cornell – Audioslave, Ex.Soundgarden
————————————————————
(lha kok musisi Rock semua.., ya enaknya gimana ?, musisi yang bisanya hanya jadi ‘spesialis lagu cengeng’, boys-band yang enggak sekeren video-klipnya atau band-band ‘replika boneka’ berponi-pinggir namun tak tahu seberapa bodohnya mereka bagi saya).
Nirvana, misalnya. Butuh waktu berbulan-bulan bagi saya untuk mengerti maksud dari lirik-lirik mereka di album keduanya yang fenomenal, Nevermind. Simak saja Something In The Way. Lagu semi-akustik dengan 2 bait ini ampuh ditaruh sebagai penutup track list yang pada lagu sebelumnya digedor distorsi kencang macam: Smells Like Teen Spirits hingga Territorial Pissings. Kisah hidup kelamnya, terlantar dan sempat tidur di kolong jembatan kumuh dekat daerah Seattle (setidaknya, versi inilah yang saya baca di biografinya Kurt Cobain, Heavier Than Heaven, meski buku tersebut disinyalir memojokkan Kurt sebagai seorang yang dengan sengaja merancang sendiri kematiannya). Simak betapa emosinya berhasil tertuang sempurna dalam lagu tersebut.
Hal yang sama pulalah, mengilhami Eddie Vedder dan Gavin Rossdale. Eddie yang juga berasal dari keluarga broken home, ternyata memiliki potensi luar biasa sebagai ‘mesin pencetak lirik’ Pearl Jam, sebuah band Arena Rock – Grunge yang fantastis!. Bahkan, demi mencari inspirasi untuk album bandnya yang ketiga, The Science Of Things, Gavin Rossdale ‘rela’ mengasingkan diri di sebuah vila terpencil di pedesaan Irlandia selama empat bulan hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, what the …?, but it’s really amazing. He did it very well. I think it is the best Bush’s album. Coba saja bernostalgia dengan lagu-lagu lama mereka macam: Black-Pearl Jam dan The Chemicals Between Us-Bush.
Tidak semua musisi memiliki kharisma sebesar yang satu ini. Dialah salah satu (kalau tidak bisa dibilang satu-satunya) musisi cerdas yang bersahaja, cuek dan terkesan ‘malas’ saat latihan di studio bersama rekan-rekannya (terutama saat masih di Audioslave). Tapi jangan tanya lagi ‘ke-puitisan’ cowok berambut gimbal ini. Simak hits Audioslave macam: Like A Stone, I Am The Highway dan Be Yourself.
Yang perlu diingat disini adalah totalitas dan kerja keras mereka telah terbayar dengan begitu sempurna, dengan subuah mahakarya abadi. Tak akan lekang ditelan zaman (-semoga-), akan terus mengilhami anak-cucu kita dan bahkan menjadi sebuah anthem pada waktu itu sehingga kita bisa bangga sambil berkata: “That’s the real music was made of, not just about fake story which lead us to stupidity”,.
Jadi, termasuk yang manakah anda ?
Hanya sebatas ‘kelompok pendengar’ yang hanya mengikuti trend-kah, atau sebaliknya: Sebagai seorang pemikir yang selalu ‘peka terhadap setiap rangsangan musik’.
Di penghujung artikel ini, perkenankan saya mengutip salah satu bait lagu penyanyi legendaris, Neil Young, yang dikemudian hari sering disebut ‘sebuah quote’ oleh Kurt Cobain: Better to burn out than to fade away.
So, keep on rock’in with incredibly-beautiful lyrics, even it just sound so stupid in the beginning.
December 7, 2008 at 4:09 pm
wadowh,,,,
gag kurang panjang ta,,,,????
December 13, 2008 at 7:43 am
mantap ..
December 13, 2008 at 10:32 am
Emang proses yang paling rumit dalam penciptaan sebuah lagu adalah penulisan lirik. berani taruhan, ga akan mudah membikin lirik yang simple, tanpa umpatan namun mampu menggambarkan pesan yang ingin disampaikan secara gamblang…
saya jamin semua musisi pun akan muter otak untuk melakukannya… hehehe
December 22, 2008 at 1:54 pm
hmm setuju dengan rusak parah. lirik simple, tanpa umpatan, tapi penuh makna..saya lagi suka liriknya lamb of god di redneck
“you can tell the same lies a thousand times, but it never gets anymore true”..
simple, penuh makna..
December 22, 2008 at 2:28 pm
=D>
owkaii daahh..
br blajar neh saiia.
lam knall jugaa.
=)
December 22, 2008 at 4:03 pm
hehehe. aQ lah org yg plg g berbakat di dunia musik, tp g tau napa, pernah slaah seorang shbtQ, dan seorang seniorQ di kampus, kreatif banget bikin puisiQ jd sbuah lagu yg keren banget…hehe…mmg musisi itu hebat banget dech
December 22, 2008 at 4:12 pm
apa benar petai menyababkan pusing?
dengan siapa lagi aku bertanya….wahai para blogger mania
i love you all bibe…
December 23, 2008 at 10:54 am
keren bro,,,
dateng lagi dun ke blog gw,, hhe,, (ngarep banget)
December 25, 2008 at 1:59 am
kalo gw sih ngeliat metallica sebagai band yang konsisten bikin lirik puitis dan dalem (despite the music itself)… gak ada lagunya yang bisa diartiin sekali denger… harus berulang-ulang… hehe
December 27, 2008 at 3:17 am
saya mau nanggepin judulnya : (Don’t) Only Listen With Your Ear
satu kata: mantapz!
ok boz… ^_^
salam kenal juga yaaaaa
December 27, 2008 at 4:28 am
harus mendengar lewat perasaan juga kah…?
btw
artikelnya ok…!
December 27, 2008 at 4:32 am
Memang lebih enakan kalo mengerti lirik lagu yng dinyanyiin..
dari pada hanya menyanyi tanpa adanya pengertian akan lagu tersebut…
December 27, 2008 at 6:25 am
Ulasannya mantabbbbbbbbbzzz. Top markotop. Saya suka. Tapi, Zack de la Rocha dan Tom Morello (Rage Against The Machine) apa ga masuk dalam kategori muisisi cerdas? Zack de la Rocha tuh sarjana sastra yang selalu bikin lagu kritik sosial berirama rap saat masih di Rage Against The Machine. Tom Morello yang sekarang di Audioslave adalah lulusan ilmu politik Universitas Harvard yang unik banget permainan gitarnya. Barangkali dia anak orang kaya sehingga bisa masuk Universitas Harvard. Tapi, gimana ceritanya lulusan ilmu politik bisa jadi gitaris top markotop macam begitu. Ia pun masuk dalam kompilasi “Guitarist Hero”.
Salam kenal yah. Ditunggu ulasan tentang musiknya lagi, terutama tentang musik Indonesia. Sering-seringlah mampir ke warung kopi saya. Suguhan kopi kental akan membuat acara bermusik jadi lebih asik. He..he..hee..
December 27, 2008 at 8:08 am
aku pernah lihat acara di tv,, waktu itu bintang tamunya melly guslaw.. saat dia ditanya berapa lama buat sebuah lagu,, katanya; terkadang cukup dengan sepuluh menit satu lagu udah tercipta… keknya tergantung bakat masing2 bro…:)
December 27, 2008 at 9:44 am
kalo saya suka lirik-liriknya Lennon-mcCartney…
kurt cobain juga oke karena memang orang gila…
December 27, 2008 at 10:22 am
bgusan an ocean between us…
December 27, 2008 at 2:52 pm
I’m Speechless… good post…
salam knall…
December 28, 2008 at 10:09 am
salam kenal..
December 28, 2008 at 10:33 am
musik ini bukan nya musik dari jaman baheula ya?
hhe*
December 28, 2008 at 12:07 pm
gw termasuk Sebagai seorang pemikir yang selalu ‘peka terhadap setiap rangsangan musik’.
Gw juga pendengar, tapi g ngikutin tren.
Apa yang keren artinya/ enak didenger, ya gw dengerin..
heheh
December 31, 2008 at 10:31 am
thank ya ber, dah mampir ke blog saya…
December 31, 2008 at 2:14 pm
Sering aku ga suka lagunya, tapi suka liriknya.
Jujur aku lebih suka musik yang lembut, ato justru malah instrumental. Tapi aliran2 lain aku suka liriknya, yang seringkali gak kungerti ^^
(haha)
January 1, 2009 at 4:52 am
penulisan lirik dalam sebuah lagu di pengaruhi juga dengan keadaan psikologis penulis saat itu…..
kalo saia justru akan sangat susah buat nulis lirik lagu jika keadaan mood saia lagi happy..
akan sangat sulit otak saia untuk =berusaha merangkai kata…
lain halnya jika saia merasakan sakit hati ato sedang sedih,disitulah saia berusaha menumpahkan segala emosi yang mengendap di kepala dalam barisan barisak lirik untuk dijadikan sebuah lagu.
January 2, 2009 at 9:32 am
hhe,,, panjang…
January 7, 2009 at 11:35 am
blom ada apdetan nh bro?
January 8, 2009 at 5:35 am
aku punya motto baru…
life is like music, it must be composed by ear, feeling and instinct, not by rule…
January 8, 2009 at 10:15 am
kalo kaya gini…jadi inget musisi jago indonesia…
yaitu, melly goeslaw..
liat aja tuh…liriknya…
i just wanna say i love u..99x
singkat,padat,jelas, dan bermakna…
dan kalo ditanya..
1. LAGU ini ISINYA APA SIH?
- i just wanna say i love u
hihi,
January 8, 2009 at 10:33 am
postingan baru nya ga muncul2..
;p
January 9, 2009 at 1:54 pm
seandainya aku musisi pasti kan ku buat lagu yang indah…. halah….
January 10, 2009 at 2:51 pm
top markotp..
gus marso gud…
kalo saya lebih senang lyrik lagunya mas jon bongiovi…
liriknya mantab dan penuh makna..dan yang pasti lagunya enak buat di dengar..
salamkenal yyoo…
bonar
http://sihotang407.wordpress.com